Welcome n isi guest Book nya ya..

Search

Memuat...

Gustavo Chena Lebih Langsing Bersama PSIS Semarang

0
Musim ini Gustavo Chena sudah tidak berkostum Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Tapi, pemain asal Argentina yang punya skill individu menawan itu masih menjadi idola bagi sebagian pecinta sepak bola di Kota Udang.

Itu bisa dilihat saat Chena menginjakkan kakinya lagi di Gelora Delta pada 16 Januari lalu menyertai PSIS Semarang yang menghadapi klub lamanya, Deltras. Saat sesi mencoba lapangan sehari sebelum pertandingan, belasan anak muda rela berpanas-panas untuk menyaksikan Chena dan timnya berlatih. Begitu sesi latihan berakhir, tanpa dikomando para ABG yang sebagian mengenakan seragam sekolah itu menghambur menghampiri pemain 27 tahun tersebut.

Ada yang sekadar ingin bersalaman. Ada juga yang menyodorkan bolpoin untuk minta tanda tangan di baju dan kaus yang dikenakan. Bahkan, salah seorang di antara mereka yang berseragam putih abu-abu menyiapkan album foto yang berisi kumpulan foto Chena berbagai pose untuk dimintakan tanda tangan. Chena belum berubah. Dia tetap dekat dengan pecinta bola di Sidoarjo yang musim lalu memujanya.


Tapi, ada satu perubuhan mencolok dari mantan pemain Persija Jakarta dan PSMS Medan itu. Bukan sikapnya, tapi fisiknya yang tampak semakin ramping. "Ya, berat badan saya saat ini 73 kilogram. Dulu, saat main di sini (Deltras, Red) berat badan saya 78 kilo," ujarnya.

Suami Romina Gianastacio itu mengungkapkan, berat badannya turun karena tim pelatih PSIS menerapkan sistem latihan yang ketat. "Di Semarang kami berlatih intensif pagi dan sore. Latihan fisiknya juga teratur. Itu tidak saya dapatkan bersama Deltras musim lalu. Selain berlatih bersama tim, saya fitness rutin," sambungnya.

Chena mengungkapkan, penurunan berat badan yang lumayan banyak memengaruhi permainannya di lapangan. "Dengan berat badan lebih ringan dan berotot, jelas saya makin lincah untuk bergerak. Mobilitas di lapangan makin tinggi," bebernya.

Pemain kelahiran 16 Agustus 1982 itu menyatakan sangat enjoy bergabung dengan Mahesa Jenar, julukan PSIS. Di tim yang bermarkas di Stadion Jatidiri tersebut, ayah Tobias Chena serta Maria Victoria Chena itu menerima fasilitas yang memuaskan. "Saya tidak mendapat masalah apa pun di PSIS. Semua berjalan lancar," bebernya.

Menurut Chena, tak hanya dirinya yang betah tinggal di Semarang. Anak dan istrinya pun merasa nyaman tinggal di kota yang terkenal dengan penganan lumpia itu.

"Kotanya bagus. Keluarga saya enjoy tinggal di Semarang karena tidak masalah dengan klub dan keluarga saya bahagia. Sekarang saya bisa fokus mencurahkan tenaga dan pikiran untuk PSIS," papar pemain yang di putaran pertama mencetak tiga gol untuk Mahesa Jenar itu.

Pemain yang pernah merasakan atmosfer kompetisi Malaysia bersama Perlis FA tersebut menegaskan akan bekerja ekstrakeras untuk membawa PSIS promosi ke ISL. Ada satu keinginan lagi di benak seorang Gustavo Chena. Apa itu? "Jika manajemen menghendaki, saya ingin bergabung lama di PSIS. Saya sudah merasa enjoy di sini," ujarnya.

Sayang, hingga putaran I Divisi Utama Wilayah II selesai, Mahesa Jenar tertahan di posisi kelima klasemen dengan poin 14 hasil dari empat kali menang, dua kali seri, dan empat kali kalah. PSIS ketiban sial karena tiga poin yang sudah di tangan hilang seiring keputusan penghapusan poin yang diperolah tim lawan dari Persikad Depok yang mundur dari kompetisi. Saat away ke Stadion Jatidiri, PSIS menang dua gol tanpa balas.

Chena menyatakan, timnya masih punya peluang lebar untuk merealisasikan target promosi ke ISL. "Kami masih kesempatan banyak di putaran kedua nanti. Saya yakin, dengan materi pemain yang ada PSIS bisa bersaing memperebutkan satu tiket ISL," paparnya.

Sebagai pemain yang diharapkan bisa berperan besar dalam meloloskan tim ke level tertinggi sepak bola Indonesia, Chena akan memberikan yang terbaik untuk PSIS. "Tim sudah memberikan yang terbaik untuk saya. Maka saya pun harus memberikan yang terbaik untuk tim," tegasnya.
Read more

Pemain Bola yang Bunuh Diri

0
Ada pelajaran penting di balik kematian kiper Jerman, Robert Enke, beberapa waktu lalu. Popularitas ternyata tak menjamin kebahagiaan. Berbagai persoalan hidup terus saja menghajarnya. Karena tak kuat menanggung beban, dia memilih bunuh diri.

Enke bukan satu-satunya tokoh dari kalangan sepak bola yang kehilangan nyawa dengan tragis. Masih banyak nama-nama lain yang melakukan tindakan konyol tersebut. Berikut pelaku-pelakunya.

Justin Fashanu
Pada 1998, Justin Fashanu tewas gantung dri. Mantan pemain Manchester City era 1990-an itu nekat melakukannya karena dia tidak kuat dengan anggapan negatif terhadapnya.

Sebelum tewas, Fashanu dituduh mencabuli anak berumur 17 tahun. Itu dilakukannya usai menenggak minuman keras di apartemennnya. Tuduhan itu makin kuat ketika banyak bermunculan pemberitaan soal Fashanu yang bergabung di komunitas homoseksual.

Sergio Lopez Segu
Sergio Lopez Segu tewas secara tragis. Pada 4 November 2006, dia menabrakkan diri ke sebuah kereta api yang berjalan cepat. Nyawanya melayang seketika. Dia tewas di umur 39 tahun.

Mantan gelandang Barcelona era 1990-an tersebut nekat melakukannya karena tak kuat menahan cobaan hidupnya. Pemain yang sukses mengantarkan Barcelona menjuarai Piala Winners 1989 itu memang pensiun dini karena cedera lutut. Ini membuatnya depresi berat. Ditambah lagi pernikahannya gagal.



Paul Vaessen

Agustus 2001, sepak bola Inggris dihebohkan dengan tewasnya Paul Vaessen, Pemain Arsenal itu bunuh diri di bak mandi dengan cara mengonsumsi heroin hingga over dosis. Sebelumnya dia sempat ditangani oleh psikiatris, tapi gagal.

Perjalanan kaier pencetak gol kemenangan Arsenal ke gawang Juventus pada semifinal Piala Winners 1980 itu memang menyedihkan. Di musim pertamanya, dia memesona. Namun, di musim-musim berikutnya dia rentan cedera.

Vaessen lalu pensiun. Beberaap pekerjaan sempat digeluti. Mulai dari tukang pos hingga buruh bangunan. Sepertinya Vaessen tak bisa menerima kenyataan dan stres. Karena frustrasi, narkoba lalu dijadikan pelarian hingga mengakhiri hidupnya.

Asgotino Di Bartolomei
Kematian legenda AS Roma, Agostino di Bartolomei, juga menyedihkan. Pada 30 Mei 1994, dia menembak dirinya tepat di jantung. Diduga, Bartolomei bunuh diri karena depresi.

Dugaan penyebab depresi bermacam-macam. Diperkirakan dia tak kuat dengan bebam ekonomi yang mengimpit. Ada juga yang menduga dia tidak siap ketika pensiun dari sepak bola.

Kehidupannya berakhir mengenaskan. Selama aktif sebagai pemain, sepak terjang Bartolomei memang meyakinkan. Dia punya andil besar mengantarkan Roma merebut scudetto pada 1983. Tapi, setelah itu kariernya meredup dan sederet masalah pribadi terus-terusan mengganggunya.

Sandor Kocsis
Sandor Kocsis adalah striker hebat Barcelona di kurun waktu 1958-1965. Pada 22 Juli 1979, saat berumur 49 tahun, dia meninggal dunia. Sampai saat ini, banyak yang percaya dia tewas karena bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari lantai empat di sebuah rumah sakit. Namun, ada juga yang memberitakan murni kecelakaan.

Menjelang akhir hayatnya, kesehatan Kocsis memang menurun drastis. Striker yang punya julukan Golden Head ini menderita kanker perut dab leukimia. Diduga, karena sulit menyembuhkan dua penyakit itu, Kocsis stres lalu bunuh diri.

Juan Gamper
Juan Gamper adalah aktor penting di balik lahirnya Barcelona. Pria kelahiran Swiss ini juga presiden pertama klub asal Spanyol tersebut. Selama menjadi presiden, Barcelona dibawanya meraih beberapa gelar, di antaranya 11 Championnat de Catalunya dan enam Copa del Rey.

Gamper sangat menyokong nasionalisme Catalan. Akibatnya, pria yang juga pendiri klub asal Swiss, FC Basel ini pun diusir keuar dari Spanyol. Karena tak kuat dengan perlakuan tersebut, Gamper bunuh diri.

Matthias Sindelar
Matthias Sindelar adalah salah satu pemain besar yang pernah dilahirkan Austria di era 1930-an. Tapi perjalanan hidupnya tragis. Kematiannya masih kontroversial. Ada yang bilang bunuh diri, namun ada juga yang menyebut dibunuh secara "halus".

Pada 23 Januari 1939, Matthias Sindelar bersama pacarnya, Camilla Castagnola ditemukan tewas di sebuah apartemen di Wina, Austria. Kematiannya diduga akibat keracunan kabon monoksida dari pemanas yang bocor. Dugaan lain, rezim Nazi terlibat karena saat itu Sindelar menolak bermain mewakili Jerman.
Read more

Hanafing, Ditugaskan Bawa Tim ke Superliga

0
Sejak kemarin, PSIS sudah memiliki pelatih baru. Dari beberapa kandidat, manajemen memilih Hanafing untuk menjadi arsitek Mahesa Jenar. Mantan pelatih PSM Makassar itu diberi tugas cukup berat oleh manajemen di putaran kedua Kompetisi Divisi Utama ini.

Dia diminta meloloskan tim kebanggaan warga Kota Semarang ini di kancah kompetisi paling bergengsi di Indonesia, Superliga. Dengan nilai 17 yang diraih timnya di putaran pertama, peluang masuk delapan besar dan lolos Superliga masih terbuka. ’’Kami sudah berbicara target dengan pelatih baru. Hanafing tertantang membawa PSIS ke Superliga,’’ kata Manajer Tim, Setyo Agung Nugroho.

Kehadiran pelatih baru tersebut dinilai Agung cukup melegakan. Pasalnya, pada putaran kedua PSIS membutuhkan pelatih berpengalaman dan berkualitas untuk mengangkat performa tim, mengingat persaingan di Grup II ini sangat ketat.

Disinggung soal materi pemain, Agung menyatakan, Hanafing cukup puas. Pelatih yang pernah menukangi Persiku Kudus itu optimistis Lopes dan kawan-kawan masih bisa dikembangkan kemampuannya.

Kalaupun ada penambahan pemain, itu akan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, sebelum menambah pemain, dia akan memaksimalkan pemain yang ada terlebih dulu. ’’Kami senang dengan usaha yang akan dilakukan Hanafing pada pemain muda lokal. Mereka akan diberdayakan,’’ katanya.

Sementara itu, terkait dengan pencoretan beberapa pemain, seperti Suwita Patha, Abraham Tobias, Valentino, dan Gesang, asisten pelatih M Dofir tidak mempermasalahkan keputusan manajemen. Hal itu tidak akan mempengaruhi psikologis pemain lainnya. Suasana tim diakuinya tetap kondusif.

Dalam latihan sore kemarin, Lopes dan kawan-kawan tetap fight dan enjoy menjalani game. ’’Pencoretan empat pemain itu tidak mempengaruhi kondisi tim. Pemain sudah kami beri pengertian bahwa pencoretan pemain adalah hal yang biasa. Jadi, mereka tidak akan terpengaruh dan tetap fokus latihan untuk persiapan di putaran kedua nanti,’’ tandasnya. (SM)
Read more

Jadwal Laga Live PSIS di ANTV

0

pertan- dingan penyisihan Divisi Utama putaran kedua akan disiarkan secara langsung oleh Antv. Selain pertandingan penyisihan, babak delapan besar, semi final dan final laga kasta kedua akan disiarkan secara live. PSIS sendiri mendapat jatah tayangan live empat kali.

Masing-masing saat menjamu Deltras (26/2) dan Persiba Bantul (19/3), serta saat laga tandang melawan Persikota Tangerang (9/3) dan Gresik United (30/3). ’’36 pertandingan Divisi Utama akan disiarkan secara langsung oleh Antv, termasuk PSIS. Tidak hanya itu saja babak delapan besar, semi final dan final divisi utama akan disiarkan juga.


Khusus tim yang ada di Jawa siaran dilakukan Selasa dan Jumat,’’ kata Manajer tim PSIS Setyo Agung Nugroho, Rabu (27/1), usai mengikuti temu manajer di Jakarta.


Mengenai pendaftaraan tambahan pemain guna persiapan putaran kedua, dia menyebut PT Liga Indonesia (LI) sudah membuka mulai 18 Januari kemarin hingga 12 Februari mendatang. Sedangkan putaran kedua divisi utama dimulai awal Februari hingga 30 Maret.

’’Untuk babak delapan besar Divisi Utama akan dilakukan minggu kedua bulan April. Babak semi final dan final digelar minggu ke empat bulan April,’’ tambah Agung.
Read more
 
Copyright 2009 PSIS Blogs
Blogger Templates My Showcase Design by BloggerThemes